Bojonggede | FORUM Keadilan โ Untuk keempat kalinya anggota DPR RI Primus Yustisio mengunjungi konstituennya di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor untuk mengadakan seminar โAku Cinta Rupiahโ yang didukung Bank Indonesia, Selasa (31/10/2023).
Bertempat di Joglo House, komplek Perumahan Puri Bojong Lestari anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI itu mengajak masyarakat untuk mengenali mata uang resmi agar terhindar dari pemalsuan dan penipuan.
Sementara Akris Sarwani, Deputi Bank Indonesia Jabar menegaskan bahwa Rupiah adalah mata uang resmi yang berlaku di Negara Republik Indonesia. Kata โrupiahโ berasal dari kata โrupeeโ, mata uang negara India. Dulu kala pada masa penjajahan, Indonesia menggunakan mata uang Gulden Belanda sebagai alat pembayaran sejak 1610 hingga 1817. Setelah 1817, mata uang tersebut dikenal dengan Gulden Hindia Belanda.
Rupiah resmi menjadi mata uang negara Indonesia pada 1949, menggantikan Gulden Hindia Belanda. Mata uang ini dicetak dan diatur langsung pemakaiannya oleh Bank Indonesia (BI) dengan kode ISO 4217 IDR. Dengan cara tidak formal, masyarakat Indonesia menyebutnya dengan โperak.โ
Rupiah sangat banyak fungsinya dan juga sangat penting kedudukannya di perekonomian Indonesia. Oleh karena itu kita harus Cinta, Bangga, dan juga Paham akan adanya Rupiah di negara kita.
Wujud rasa cinta kepada rupiah dapat dilihatkan dari cara kita mengenali karakteristiknya. Selain itu, mencintai rupiah bisa juga kita tunjukkan dengan cara menjaga dan merawat uang rupiah. Uang rusak atau tidak layak pakai akan susah dikenali keasliannya. Jangan pernah merusak uang rupiah dengan sengaja seperti mencoret, membasahi, meremas, atau bahkan dengan sengaja merobek uang.
Dengan menerapkan Cinta, Bangga, dan Paham rupiah sama saja kita telah ikut membantu menjaga perdaulatan Indonesia. Oleh karena itu, marilah ย sama-sama menyadari betapa pentingnya rupiah di negara kita.
Pada kesempatan itu, Primus memperkenalkan kepada masyarakat Bojonggede dan Tajurhalang yang hadir dalam acara tersebut, seorang calon anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6, partai PAN yakni Sri Widodo yang menjadi paket pemenangannya.
โHari ini saya perkenalkan kepada bapak ibu semua bahwa tandem saya di Dapil 6 adalah Sri Widodo, dan untuk DPRD Jawa Barat adalah Ayi Syahrul Hamzah. Mereka berdua sebelumnya telah membantu kami dalam pemenangan di Dapil 6. Sekarang kami bersama-sama untuk membangun soliditas untuk mencapai hasil yang maksimal,โ katanya disertai tepuk tangan dari para peserta seminar.
Sementara Ayi Syahrul Hamzah menegaskan alasan pemilihan tempat di Bojonggede karena di daerah ini sebelumnya pemilih Primus sangat minim, namun ketika berkolaborasi dengan Sri Widodo, suara Primus melejit jauh. Hal ini terwujud karena silaturahim terawat dengan baik, termasuk bantuan-bantuan bisa dinikmati oleh masyarakat luas.
Ayi melihat Sri Widodo punya potensi yang bisa dikolaborasi dengan baik. Dia adalah ketua RW Teladan sehingga mendapatkan hadiah umroh dari Bupati Bogor Rachmat Yasin juga pernah menjadi Ketua Paguyuban RW Pabuaran yang tentu saja jaringannya sangat luas.
Sri Widodo mengakui bahwa kehadiran angggota DPR Pusat seperti Primus Yustisio di daerah-daerah jelas sangat bermanfaat, karena mereka tahu anggaran yang bakal dialokasikan untuk masyarakat.
โSeperti di tempat saya, melalui Pak Primus, kami bisa menikmati kue pembangunan secara nyata. Kami telah dibantu pembangunan masjid, musholla, dan juga Pusgiwa (Pusat Kegiatan Warga),โ katanya.
Tak hanya itu, kata Widodo, dalam situasi sulit seperti pandemi Covid-19 tahun 2020, pihaknya merasakan kehadirannya.
โSaya ingat, ketika kami frustasi mendapatkan tabung gas oksigen, Tim Pak Primus cepat tanggap memberikan bantuan,โ pungkasnya. (ida).

