Bojonggede | FORUM Keadilan – Hujan deras yang terjadi setiap sore selama tiga hari berturut-turut menyebabkan tanah longsor di kompleks perumahan Puri Citayam Permai atau yang dikenal dengan kompleks LIPI di Desa Rawapanjang Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor Jawa Barat.
Longsor terjadi kemarin, Jum’at, 3 November 2023, tepatnya di wilayah RT 08 RW 11 Desa Rawapanjang, Bojonggede.
Seorang warga terdekat dengan lokasi longsor, Agus Darmawan menuturkan lokasi longsor berada tepat di depan rumah para warga termasuk dirinya.
“Lokasinya dekat sekali dengan rumah warga, karena kami berada di ujung perumahan yang berbatasan langsung dengan sungai Ciliwung. Kedalaman tebing antara 30-50 m. Kalau gak segera diatasi, ini akan berdampak lebih serius,” papar Agus.
Sebetulnya kata Agus, lokasi ini sudah diperbaiki oleh PUPR Pusat tahun 2017, tetapi belum tuntas. Itu pun dengan susah payah mencari pertolongan pada pihak-pihak terkait. Pemerintah Desa, Kecamatan, bahkan Kabupaten Bogor seakan tak peduli.
“Mengharapkan pertolongan Kepala Desa, Camat atau Bupati tak pernah ada respons. Akhirnya kami meminta pihak Kementerian PUPR Pusat untuk meninjau lokasi dan setelah dicek langsung dikerjakan,” paparnya.
Agus menegaskan bahwa bantuan PUPR Pusat baru didapat pada Januari 2017, berupa pemasangan bronjong sepanjang 150 meter dengan tinggi bronjong 6 susun atau 3 meter. Sementara pengerjaan turap dan pengecoran jalan atas merupakan hasil swadaya masyarakat.
Sejak pertama longsor pada 21 April 2016 hingga kini, Pemerintah Desa, Kecamatan, sampai Kabupaten belum pernahย memberi bantuan apapun
Kondisi saat ini lanjut Agus masih ada sekitar 50 meter lagi yang belum diturab dan dicor bagian atasnya.ย Ia khawatir bakal terjadi longsor berikutnya.
“Apa yang kami khawatirkan terjadi hari ini, yakni longsor susulan,” tegas Agus.
Kesaksian Agus diperkuat oleh Ketua RW 11 Desa Rawapanjang, Minhad Hadi Pramono.ย Ia datang langsung ke lokasi longsor. Ia meminta pemerintah daerah maupun pusat memiliki kepedulian untuk segera menyelesaikan turab yang tersisa. Sebab kalau tidak segera diselesaikan, dampaknya makin meluas dan berbiaya mahal.
Perbaikan yang ada selama ini kata Hadi, lebih banyak dilakukan oleh swadaya masyarakat.
Sementara Caleg DPRD Kabupaten Bogor Dapil 6 dari PAN Sri Widodo, saat meninjau lokasi menyatakan ikut prihatin. Namun ia mengaku tak bisa berbuat banyak, karena hal itu kewenangan eksekutif.
“Yang bisa kita lakukan adalah menyebarluaskan kejadian ini dan mendorong pihak- pihak terkait untuk segera ambil langkah solutif. Semoga kesulitan ini cepat teratasi,’ tegasnya.
“Kita viralkan masalah ini karena senjata masyarakat hanya viral,” pungkasnya. (sof)

