Sabtu, Oktober 10, 2026

Kunjungan Pemimpin Lintas Agama Jepang, Menyorot PLTU Indramayu dan Mendorong Transisi Energi Berkelanjutan

0

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, dalam hal ini KLHK. Salah satunya yakni upaya kultural untuk mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan melalui pendekatan generasi muda.

Lucki mengapresiasi acara dialog lintas agama yang diselenggarakan oleh GreenFaith Indonesia, sekaligus mengharapkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program pemerintah menuju zero emisi pada 2060.

Kolaborasi Lintas Agama Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

Prof. Syafiq dari Muhammadiyah, Ketua PP Muhammadiyah, Bidang Hubungan dan Kerjasama Internasional dalam sesi diskusi dengan menyatakan bahwa semua agama menghendaki keselamatan manusia, alam, dan lingkungan. Namun, tantangan terbesar datang dari perilaku manusia yang justru merusak lingkungan. Oleh karena itu, penting bagi pemimpin agama untuk meningkatkan kesadaran dan menggerakkan komunitas mereka untuk mengambil tindakan nyata dalam menyelamatkan lingkungan.

โ€œAgama harus menjadi kekuatan nyata, bukan hanya potensi. Kita memiliki tugas mulia untuk menyelamatkan bumi, dan lintas agama bisa menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan itu,โ€ kata Prof Syafiq.

Sementara itu, Pardjono, perwakilan dari kelompok agama Buddha, menyoroti bagaimana nilai-nilai spiritual Jawa dalam agama Buddha selaras dengan konsep harmoni alam semesta. โ€œJika kita mampu merawat diri, maka kita harus bisa merawat alam semesta. Ini adalah tanggung jawab spiritual kita untuk menjaga lingkungan hidup,โ€ katanya.

Dari komunitas Hindu, Pinandita Astono juga mengapresiasi dialog lintas agama ini dan menegaskan bahwa konsep Tri Hita Karanaโ€”yang mencakup hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkunganโ€”sejalan dengan misi Greenfaith dalam menjaga kelestarian alam.

Aldi Destian dari Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia mengatakan, inti keharmonisan adalah agar tidak ekstrim dalam menggunakan sumber daya alam. โ€œSehingga hidup kita harus selaras dengan alam dan bisa menghemat energy yang gunakan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun peribadahan.โ€

Lanjut Aldi, pendekatan tokoh agama Konghuchu yang selama ini dilakukan adalah membuat tempat ibadah ramah lingkungan, seperti Klenteng Hemat Energy yang tetap nyaman digunakan untuk ibadah. Sedangkan para cendekiawan konghucu juga berperan dengan menulis perspektif lingkungan hidup menurut Konghucu.

โ€œAda juga gerakan pemuda Konghucu melakukan kegiatan penanaman pohon di sekitar rumah ibadah sebagai bentuk merawat alam dan berbakti terhadap alam,โ€ pungkasnya.

Dialog lintas agama ini menjadi langkah penting dalam menunjukkan bahwa transisi energi bukan hanya tugas pemerintah atau sektor swasta. Kolaborasi lintas agama diharapkan dapat menggerakkan perubahan di tingkat akar rumput, membangun kesadaran kolektif, dan mendesak kebijakan yang lebih ramah lingkungan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

Tentang Greenfaith Indonesia

Greenfaith Indonesia (GFI) adalah bagian dari GreenFaith, sebuah organisasi lintas agama internasional yang sejak 1992 bekerja untuk keadilan iklim di akar rumput, di 13 negara di Afrika, Asia, Eropa dan Amerika. GreenFaith bekerja dengan misi untuk membangun gerakan lingkungan dan iklim lintas agama di seluruh dunia dan visi untuk membangun komunitas ekonomi yang tangguh dan peduli yang memenuhi kebutuhan semua orang dan melindungi planet ini.

Di Indonesia, Greenfaith berfokus pada kampanye dan pengembangan kapasitas organisasi lintas agama dan anggota jaringan mereka dalam konteks keadilan energi dan iklim. Sejak 2022, Greenfaith Indonesia bergerak melalui pendidikan dan kampanye tentang ajaran multi-agama yang berkaitan dengan lingkungan hidup, serta aktif mengkampanyekan dan memberikan pelatihan terkait keadilan iklim dan membangun jaringan komunitas multi agama untuk perubahan iklim melalui ajaran agama. ( rel)

Leave a Comment

Follow Me

HUKUM DAN DEMOKRASI

Majalah Forum adalah Portal Berita Umum yang hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi yang benar, akurat, dan berimbang. Digawangi oleh sejumlah wartawan senior, Majalah Forum bertekad menjadi acuan informasi terpercaya, baik untuk pembaca di dalam maupun luar negeri. Masyarakat luas bisa menjadi kontributor dengan tetap mengutamakan standar dan etika jurnalistik yang berlaku.

Artikel Terakhir

ยฉ2022 Majalah Forum. All Right Reserved. Developed by Majalah Forum.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
Terjemahan ยป